Skip to content

Sinkronisasi Data

Semua aplikasi (Web, Desktop, Mobile) berbagi satu data perpustakaan yang sama. Perubahan yang dibuat di satu aplikasi — menambah buku, mencatat peminjaman, mengubah data siswa — akan otomatis muncul di aplikasi lain lewat proses sinkronisasi (sync).

Cara kerja singkat

  • Setiap perangkat (desktop/mobile) menyimpan data secara lokal terlebih dulu, sehingga tetap bisa dipakai tanpa internet.
  • Saat perangkat terhubung internet, perubahan yang belum terkirim akan otomatis dikirim ke server pusat sekolah, dan perubahan dari perangkat lain akan ditarik masuk.
  • Jika dua petugas mengubah data yang sama secara bersamaan saat offline, sistem akan mendeteksi konflik dan mencatatnya agar bisa ditinjau — lihat Peninjauan Konflik di aplikasi Web.

Kapan sync berjalan

AplikasiSync otomatisSync manual
DesktopBerkala di latar belakang selama onlineTombol di menu Sinkronisasi
MobileSaat aplikasi dibuka dan saat masuk ke latar belakangTombol di menu Sinkronisasi
WebSelalu — web langsung baca/tulis ke server pusat, tidak menyimpan salinan lokalTidak perlu

Indikator status sync

Desktop dan Mobile menampilkan indikator status di menu Sinkronisasi:

  • Tersinkron — semua perubahan lokal sudah terkirim dan data terbaru sudah ditarik.
  • Menunggu — ada perubahan lokal yang belum terkirim (biasanya karena sedang offline).
  • Konflik — ada perubahan yang bentrok dengan perangkat lain dan perlu ditinjau.

Yang perlu diperhatikan

  • Selalu pastikan perangkat sempat online secara berkala agar data tidak menumpuk terlalu lama sebelum tersinkron.
  • Data transaksi lama (peminjaman yang sudah selesai) disimpan lebih ringkas di perangkat mobile untuk menghemat ruang, tapi tetap tersimpan lengkap di server — ini tidak memengaruhi laporan yang diambil dari Desktop/Web.
  • Kalau mencurigai data tidak sinkron, gunakan sync manual lalu periksa kembali.